Tourism Objects

Day trips or touring a good way to stay or not. By exploring their destination beforehand brothels and their ingredients, are preventive measures to prevent early exit from the planning brothels. Budget and time at least be a matter of priority so that practical and efficient.

Kota Medan Istana Maimun


Media Turisme Indonesia. Istana merupakan tempat tinggal raja dengan segala kemewahan dan kebesaran kekuasaannya. Namun kini istana nasibnya tidak seperti istana-istana raja-raja Eropa atau di Asia seperti Muangthai, Jepang, apalagi keturunannya yang nampak tak seberuntung pendahulunya.
Istana Maimun merupakan satu dari sekian banyak istana peninggalan jaman keemasan kerajaan Melayu, seperti istana Sultan Siak, istana Pagaruyung dan lain sebagainya.Istana Maimun dibangun dalam era kejayaan Kesultanan Deli yang berlangsung dari tahun 1873-1924. Lebih tepatnya dibangun hampir diakhir era kejayaan kesultanan Deli yakni tahun 1888. Pada masa Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah berkuasa. Dan merupakan Sultan Deli ke IX. Sultan Makmun meletakkan batu pertama pembangunan gedung kesultanan pada tanggal 26 Agustus 1888. Tiga tahun kemudian pembanguan selesai dan diresmikan pada tangga 18 Mei 1891.
Istana Kesultanan Deli berdiri diatas lahan seluas 2.772 m². Tetapi sebenarnya luas tanah yang dimiliki oleh Kesultanan Deli lebih dari itu. Luas bangunan sendiri 412.M2. Bangunan kesultanan memiliki ruangan sebanyak 30 kamar. Perancang dari bangunan itu sendiri adalah seorang arsitek berkebangsaan Belanda, bernama TH Van Erp. Van Erp merancang bangunan kesultanan Deli dengan memadukan berbagai unsur yang mendasari kultur pemesannya, maka pengaruh budaya Melayu dengan kekentalan Islamnya, kemudian gaya Eropha seperti Spanyol dengan nuansa Persianya, dan Italia dalam rancangannya membuat bangunan Istana Kesultanan Deli memiliki karakter tersendiri.

Gallery Foto Istana Maimun

Alamat Istana Maimun:
Jl. Brigjen Katamso, Medan
Buka setiap hari dari jam 08.00- 18.00 WIB.
Sumbangan masuk, Rp.5.000 – 10.000.

Pulau Samosir Tuktuk

Parapat Hotel

Pulau Samosir Rumah Adat

Danau Toba Tuktuk Sovenir


Pulau Samosir Pusuk Buhit

Pulau Samosir

Parapat Pelabuhan

Parapat Makanan Khas

Makanan ringan khas kota Parapat Toba ini nikmat dinikmati saat menikmati pemandangan yang terdapat di sekitar danau Toba.


Aneka jenis makanan ringan yang diproduksi di kota Parapat Toba.

Seni Tubuh

Media Turisme Indonesia. Bagi masyarakat modern apa yang terjadi pada tubuh dari wanita dari salah satu suku di Afrika ini adalah nampak mengerikan. Kultur dan peradaban telah berlaku bagi wanita Afrika ini secara turun temurun. Membentuk anggota tubuh seperti melubangi daun telinga serta melebarkan rongga mulut agar bisa dihiasi oleh semacam piring yang ditempatkan pada mulutnya tidak terjadi begitu saja. Salah satu suku Dayak di Kalimantan juga melakukan olah seni tubuh seperti itu, juga di salah satu suku di Myanmar. Bagi wanita-wanita ini hal tersebut tak lagi menjadi siksaan, karena hal seperti itu memiliki makna budaya yang mendasari suku mereka melakukannya. Manik-manik penghias seperti gelang, kalung, terutama untuk menghias rambut merupakan barang mewah yang sangat bernilai. Mereka lebih menghargai perhiasan dari pada helaian kain penutup tubuh. Lingkungan yang tidak ramah membuat mereka membangun adaptasi yang menciptakan kultur budayanya. Tetapi kehidupan mereka merupakan sarana yang menarik bagi sebagian besar maysrakat Eropa untuk pelesiran menikmati rona budayanya. Masyarakat inipun tidak merasa risi walau tanpa mereka sadari menjadi obyek dan subyek yang kemudian dieksploitasi menjadi bagian dari pelesiran atau jaringan wisata dunia.

Seni Rias

Media Turisme Indonesia. Seni rias dan seni berpakaian, tidak hanya menjadi tuntutan kebutuhan para wanita-wanita modern. Wanita modern lebih berkecenderungan mencari kepuasan yang tak pernah berkesudahan sehingga terciptalah trend mode. Sebaliknya bagi wanita yang jauh dari kehidupan peradaban modern, tidak pernah mengalami perubahan dalam sisi mode, pernak-pernik yang melekat pada tubuh mereka mencerminkan bagaimana pernak-pernik itu memiliki nilai dan arti tersendiri, dan itu membuat penampilan mereka menjadi karakter dan ciri khas dari sosok kepribadian mereka. Bila pelesiran ke segenap daratan Afrika yang memiliki ribuan suku-suku yang hidupnya terasing di tengah kerasnya daratan Afrika yang luas, maka akan banyak ditemui eksotisme dari wanita-wanita pedalaman yang demikian tangguhnya bisa survival hingga bergenerasi yang jauh dari layanan kesehatan, glamornya kehidupan modern serta tingkat pendidikan yang membuat mereka terus saling bersaing.

Seni Rambut

Media Turisme Indonesia. Sungguh tak terbayangkan bagaimana rasanya memelihara rambut seperti gadis salah satu suku di Afrika ini. Mode rambut yang dipilin menjadi untaian-untaian yang dilapisi dengan semacam perekat membuat rambut nampak menjadi mode tersendiri. Dan sudah tentu untuk membersihkan ataupun berkeramas sangat niscaya ditengah kehidupan lingkungan alam mereka yang jauh dari kelebihan air selain saat musim hujan. Warna perekat rambut nyaris sama dengan warna kulit yang coklat legam. Kulit yang telah terbiasa disiram dengan teriknya matahari daratan Afrika, menjadi pelindung utama karena tubuh mereka tidak terbiasa dilindungi oleh pakaian sebagaimana wanita-wanita modern. Perawatan rambut seperti gadis-gadis pedalaman di jantung Afrika seperti itu merupakan adaptasi dari lingkungan yang jauh dari kelimpahan air. Apalagi jenis rambut mereka yang lebat, berkeriting lembut, tidak seperti jenis rambut orang-orang yang berasal dari belahan bumi bagian utara yang kebanyakan lurus dan mudah disisir. Dan tentunya kita tidak bisa membandingkan dengan rambut yang memang sengaja dibiarkan tidak terurus, seperti yang terjadi di sebuah wilayah di Indonesia, tepatnya di daerah pegunungan Dieng, di kawasan Kawah Dieng atau Dieng Plateu. Ada sebagian masyarakat yang sengaja membiarkan rambut mereka tidak terurus, tidak pernah dikeramas alias menjadi rambut gimbal. Rambut yang membentuk gumpalan-gumpalan akibat keringat dan kotoran rambut yang membuat helaian rambut menjadi lekat. Kondisi tersebut sengaja merupakan bagian dari budaya atau kepercayaan masyarakat setempat atas segala sesuatu yang diyakini bisa membawa keselamatan.

Wanita Tangguh

Tomok


Bila Anda ke danau Toba dan mencari souvenir atau barang kerajinan khas Sumatera di Tomoklah Anda bisa puas memilih.